Apa Itu Perusahaan Milik Keluarga?

Seperti namanya, perusahaan milik keluarga adalah bisnis yang dimiliki terutama atau secara eksklusif oleh anggota keluarga. Seiring pertumbuhan bisnis, menjalankan bisnis hanya dengan menggunakan anggota keluarga dapat menjadi tantangan, dan perusahaan yang diperdagangkan secara publik dapat menghilangkan kontrol signifikan dari anggota keluarga yang mendirikan bisnis. Akibatnya, bisnis milik keluarga dapat memiliki beragam struktur.

Anggaran Rumah Tangga dan Anggaran Dasar

Untuk perusahaan swasta, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga menyampaikan informasi penting tentang struktur kepemilikan. Beberapa perusahaan mengamanatkan bahwa bisnis tetap dalam keluarga, sementara yang lain hanya menominasikan anggota keluarga untuk menjadi anggota dewan atau menjalankan bisnis. Jika perusahaan Anda go public, dewan direksi Anda akan mengatur pengambilan keputusan, dan membuat peraturan yang mengamanatkan bahwa anggota keluarga harus terdiri dari semua atau sebagian dari dewan Anda dapat membantu Anda mempertahankan kendali keluarga.

Pemilik-Operator

Banyak perusahaan kecil milik keluarga menggunakan model operator-pemilik. Seorang pemilik toko dapat bertindak sebagai manajer dan mempekerjakan anak, saudara atau pasangannya untuk mengisi berbagai peran dalam bisnis tersebut. Dengan model ini, keluarga mempertahankan kepemilikan sambil memastikan kontrol yang signifikan atas operasi dan manajemen harian bisnis.

Pemegang saham mayoritas

Salah satu cara bagi keluarga untuk memastikan bahwa keluarga tetap memiliki kepemilikan - bahkan jika korporasi go public - adalah dengan membatasi jumlah saham yang tersedia untuk non-anggota keluarga. Misalnya, keluarga itu sendiri atau satu anggota keluarga mungkin memiliki 52 persen saham perusahaan, sehingga memberi keluarga kendali luas atas bisnis dan hak veto pada rapat dewan direksi.

Kontrol Dewan Direksi

Apakah korporasi itu publik atau swasta, bisnis milik keluarga memastikan bahwa keluarga memiliki kendali yang signifikan atas dewan direksi. Beberapa perusahaan mewajibkan dewan tersebut terutama terdiri dari anggota keluarga. Yang lain mengamanatkan bahwa setidaknya satu anggota keluarga duduk di papan tulis atau meminta papan untuk menyampaikan laporan rutin kepada keluarga.