Fakta tentang Hubungan Antara Karyawan & Manajer

Hubungan antara karyawan dan pemberi kerja terkadang rapuh. Pekerja mungkin merasa tertekan untuk mempertahankan pekerjaannya sambil menyimpan pendapat yang tidak menyenangkan tentang atasannya, sementara atasan bertanya-tanya apakah karyawan tersebut bekerja dengan kemampuan terbaiknya. Pengusaha juga mengkhawatirkan moral pekerja, karena semangat kerja yang rendah dapat menyebabkan masalah yang mahal dengan perputaran atau produktivitas yang rendah.

Pertimbangan

Sementara banyak perusahaan mempekerjakan pekerja tanpa perjanjian formal, yang lain memiliki kontrak kerja sesuka hati dengan pekerja. Perusahaan dapat memberhentikan karyawan untuk hampir semua alasan, selama perusahaan tidak membuat keputusan pemecatan berdasarkan diskriminasi atau whistle-blowing. Pengaturan ini terkadang menjadi sumber konflik antara karyawan dan manajer, karena karyawan tersebut takut kehilangan pekerjaannya.

Wawasan Ahli

Masa resesi dapat berdampak negatif pada hubungan antara karyawan dan pemberi kerja. Seorang karyawan mungkin mulai semakin tidak mempercayai perusahaan dan takut kehilangan pekerjaannya karena kesulitan keuangan. Kemerosotan ekonomi sebenarnya bisa jadi merupakan peluang bagi manajer untuk membangun loyalitas karyawan kepada perusahaan. Penulis Stephen A. Miles dan Nathan Bennett, dalam artikel "Bloomberg BusinessWeek", menyatakan bahwa "majikan mendapati diri mereka lebih sering meminta karyawan untuk memercayai perusahaan — meyakinkan karyawan bahwa hari-hari yang lebih baik ada di depan dan upaya mereka hari ini tidak akan dilupakan besok."

Kekhawatiran

Jika majikan mengabaikan kekhawatiran karyawan, hal itu dapat menyebabkan sejumlah masalah penting dan terkadang mahal. Selain pergantian karyawan, kekerasan di tempat kerja juga berisiko bagi bisnis jika karyawan menjadi tidak puas. Karyawan yang merasa diremehkan oleh manajer juga dapat membahayakan keamanan informasi milik perusahaan dengan berbagi rahasia dagang atau membawa pengetahuan berharga itu ke bisnis pesaing lainnya. Perusahaan yang tidak membina hubungan yang produktif antara karyawan dan manajer juga dapat mengembangkan reputasi yang buruk di industri.

Perspektif

Menurut konsultan kepemimpinan Stephen A. Miles, melihat hubungan majikan-karyawan sebagai rangkaian janji akan membantu. Misalnya, pemberi kerja menjanjikan uang dan tunjangan pekerjaan, sementara seorang karyawan berjanji untuk melakukan pekerjaannya dengan kemampuan terbaiknya.

Solusi

Pengusaha dapat mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan hubungan karyawan dan manajer untuk memfasilitasi tempat kerja yang sangat produktif dan bahagia. Pertama, manajer dapat menerapkan program penghargaan atau penghargaan karyawan untuk berterima kasih kepada pekerja atas pekerjaan yang dilakukan dengan baik. Rapat dan komunikasi rutin antara karyawan dan manajer juga penting, terutama jika pekerja merasa terputus dari manajemen perusahaan.