Prosedur & Teknik Audit untuk Audit Internal

Audit internal setengah tahunan atau tahunan memungkinkan Anda mengukur keefektifan sistem pengendalian internal bisnis Anda. Tidak seperti audit eksternal, yang berfokus pada menentukan apakah laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, audit internal berfokus pada mengungkap kelemahan pengendalian internal dan bukti penipuan, pemborosan, atau penyalahgunaan di perusahaan Anda. Prosedur dan teknik audit internal sangat penting untuk penerapan manajemen risiko yang efektif.

Prosedur dan Tujuan Audit

Audit internal membantu Anda menilai dan meningkatkan kontrol bisnis internal di perusahaan Anda dengan meninjau rencana manajemen risiko dan proses bisnis untuk mengetahui kelemahan dan kegagalan. Prosedur audit biasanya dimulai dengan menilai proses dan prosedur saat ini. Auditor kemudian menganalisis dan membandingkan hasil terhadap tujuan pengendalian internal untuk menentukan apakah hasil audit sesuai dengan kebijakan dan prosedur internal serta peraturan dan regulasi federal dan negara bagian. Sebagai langkah terakhir, auditor menyusun laporan audit untuk disajikan kepada pemilik bisnis.

Teknik Penilaian dan Pengamatan Tidak Langsung

Poin penilaian adalah untuk memastikan auditor internal Anda sepenuhnya memahami prosedur pengendalian internal dan mampu menentukan apakah karyawan mematuhi arahan pengendalian internal. Auditor berusaha untuk tidak mengganggu alur kerja sehari-hari dengan memulai proses audit internal menggunakan teknik penilaian tidak langsung. Ini termasuk meninjau dokumentasi yang ada seperti diagram alur, manual dan kebijakan kontrol departemen. Membuat jejak audit yang melacak proses tertentu dari awal hingga akhir adalah teknik penilaian umum lainnya.

Teknik pada tahap kedua, termasuk wawancara empat mata dan observasi proses, adalah teknik yang digunakan auditor internal jika jejak audit atau tinjauan dokumen tidak sepenuhnya menjawab pertanyaan auditor.

Teknik Analisis untuk Menguji Data

Audit tidak terbatas pada menemukan kesalahan atau kekurangan yang mengerikan dalam sistem Anda. Mereka juga membantu mengidentifikasi kesalahan entri data atau salah saji dalam laporan keuangan perusahaan Anda. Teknik analisis dapat digunakan untuk menguji data acak atau menargetkan data tertentu jika auditor internal merasa proses pengendalian internal berisiko. Prosedur substantif mencakup, tetapi tidak terbatas pada, pencocokan transaksi, penghitungan fisik persediaan, penghitungan jejak audit, dan penghitungan ulang laporan keuangan yang sudah direkonsiliasi seperti rekonsiliasi bank bulanan.

Prosedur Pelaporan Audit

Laporan audit internal akhir menandai akhir dari proses audit internal untuk bisnis Anda. Meskipun pelaporan selalu mencakup laporan formal, laporan juga dapat mencakup laporan sementara atau laporan sementara bergaya memo. Laporan interim umumnya mencakup hasil yang sensitif atau signifikan yang menurut auditor perlu segera dibagikan dengan pemilik bisnis. Laporan akhir bersifat lebih formal dan mencakup ringkasan prosedur dan teknik yang digunakan dalam menyelesaikan audit, deskripsi temuan audit dan saran untuk perubahan atau perbaikan pengendalian internal dan prosedur pengendalian.