Klasifikasi Neraca Beban Tangguhan

Perusahaan yang menggunakan akuntansi akrual sering berakhir dengan biaya yang ditangguhkan di neraca mereka. Itu karena dalam akuntansi akrual, akuntan mengakui biaya saat terjadi, bukan saat perusahaan membayar tagihan. Setelah perusahaan dapat mengakui biaya tersebut, akuntan menghapus biaya yang ditangguhkan dari neraca.

Dasar-dasar Beban Tangguhan

Beban tangguhan, atau biaya dibayar dimuka, adalah beban yang rencananya akan diakui perusahaan pada periode akuntansi selanjutnya. Jika Anda telah membayar layanan atau produk dan belum terkirim atau direalisasikan, Anda memiliki biaya yang ditangguhkan. Misalnya, pertimbangkan sebuah perusahaan yang membayar sejumlah $ 1.200 untuk enam bulan asuransi kewajiban. Meskipun perusahaan membayar di muka, biaya tersebut harus diakui secara merata selama periode enam bulan berikutnya. Akuntan perusahaan harus mengakui $ 200 biaya asuransi untuk bulan pertama dan menangguhkan sisa $ 1.000.

Beban Ditangguhkan versus Masih Harus Dibayar

Pemilik bisnis sering bingung antara biaya yang ditangguhkan dan yang masih harus dibayar. Meskipun istilah tersebut terdengar serupa, mereka mewakili skenario yang berlawanan. Biaya yang ditangguhkan terjadi ketika perusahaan membayar di muka untuk suatu produk. Artinya, uang tunai sudah keluar dari perusahaan tetapi belum menerima manfaat produk. Sebaliknya, biaya yang masih harus dibayar adalah biaya yang telah Anda kenali tetapi belum Anda bayar. Misalnya, jika sebuah perusahaan membayar bunga pinjaman setiap tiga bulan sekali, maka akan timbul biaya bunga pada bulan-bulan yang tidak dibayarnya. Biaya yang masih harus dibayar sering disebut sebagai hutang dan dicatat sebagai kewajiban di neraca.

Perawatan Neraca

Beban tangguhan dicatat sebagai aset di neraca. Akuntan menganggap biaya yang ditangguhkan sebagai aset karena mereka akan memberi perusahaan barang atau jasa di kemudian hari. Misalnya, akuntan yang mencatat transaksi asuransi akan mendebit biaya yang ditangguhkan, akun aset, sebesar $ 1.000, dan mengkredit tunai sebesar $ 1.000.

Mengakui Beban Tangguhan

Begitu perusahaan menerima manfaat dari biaya yang ditangguhkan, maka perusahaan harus mengakui biaya tersebut. Untuk biaya yang ditangguhkan seperti sewa dan asuransi, akuntan biasanya memposting sejumlah entri bulanan untuk mengakui biaya yang telah ditangguhkan. Untuk mengakui beban tersebut, akuntan mendebit beban asuransi dan mengkredit akun aset beban tangguhan. Entri ini menghapus aset dari neraca dan mentransfernya ke laporan laba rugi sebagai beban.